
Jakarta – Hampir semua orang pernah mengalami momen panik karena lupa meletakkan barang. Situasi ini umumnya terjadi ketika seseorang sedang terburu-buru atau kurang fokus, sehingga harus menghabiskan waktu untuk mencarinya.
Sebuah survei yang dilakukan Shane Co pada 2023 terhadap 2.000 responden di Amerika Serikat mengungkap kebiasaan tersebut. Hasilnya menunjukkan rata-rata responden kehilangan atau lupa menaruh sekitar lima barang setiap bulan.
Penelitian itu juga menemukan bahwa seseorang menghabiskan hampir 17 jam dalam setahun hanya untuk mencari barang yang terselip atau hilang. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk menemukan satu barang mencapai sekitar 16 menit.
Kebiasaan lupa meletakkan barang ternyata juga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Sekitar 33 persen responden mengaku pernah terlambat bekerja atau sekolah karena harus mencari barang yang hilang. Sementara itu, 13 persen lainnya mengaku sempat berselisih dengan orang lain akibat persoalan tersebut.
Dari seluruh barang yang sering dicari, ponsel menjadi benda yang paling banyak dilaporkan hilang atau lupa disimpan. Sebanyak 62,5 persen responden mengaku paling sering kesulitan menemukan telepon genggam mereka.
Di posisi berikutnya terdapat kunci dengan persentase 45,6 persen, disusul remote televisi sebesar 37,5 persen. Kacamata, headphone, dompet, pengisi daya, hingga kartu debit atau kredit juga masuk dalam daftar barang yang paling sering terlupa.
Berikut daftar barang yang paling sering hilang atau terselip berdasarkan hasil survei tersebut:
- Ponsel – 62,5%
- Kunci – 45,6%
- Remote – 37,5%
- Kacamata – 25,4%
- Headphone – 22,1%
- Dompet – 20,7%
- Pengisi daya (charger) – 14,9%
- Kartu debit atau kartu kredit – 10,7%
Temuan ini menunjukkan bahwa barang-barang yang paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari justru menjadi benda yang paling mudah terlupa saat diletakkan di suatu tempat.
