
Jakarta – Secangkir kopi memang sudah lama dikenal sebagai sumber antioksidan yang baik bagi tubuh. Kini, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa menambahkan susu ke dalam kopi berpotensi meningkatkan kemampuan minuman tersebut dalam membantu meredakan peradangan atau inflamasi.
Manfaat tersebut dikaitkan dengan perpaduan antara polifenol yang terdapat dalam kopi dan protein dari susu. Kombinasi keduanya dinilai mampu memberikan efek antiinflamasi yang lebih kuat dibandingkan mengonsumsi kopi hitam tanpa tambahan susu.
Temuan ini menarik perhatian para peneliti karena kopi susu merupakan minuman yang mudah dijumpai dan digemari masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Berikut sejumlah fakta mengenai manfaat kopi susu:
1. Kopi Mengandung Polifenol yang Bersifat Antioksidan
Kopi merupakan salah satu sumber polifenol, yaitu senyawa alami yang berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus berperan dalam mengurangi peradangan.
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2023 di Journal of Agriculture and Food Chemistry menemukan bahwa interaksi antara polifenol dan protein dapat memperkuat efek perlindungan terhadap inflamasi.
Ahli gizi Melissa Mroz-Planells menjelaskan bahwa polifenol berfungsi menjaga sel tubuh dari dampak buruk proses peradangan. Selain kopi, senyawa ini juga banyak ditemukan pada teh serta berbagai bahan pangan nabati.
2. Perpaduan Kopi dan Susu Dinilai Lebih Efektif
Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menguji respons sel terhadap kondisi inflamasi yang dibuat di laboratorium. Sebagian sel diberikan polifenol saja, sementara kelompok lain memperoleh kombinasi polifenol dan protein.
Hasilnya menunjukkan bahwa gabungan polifenol dengan asam amino menghasilkan efek antiinflamasi sekitar dua kali lebih besar dibandingkan penggunaan polifenol tanpa protein.
Dokter spesialis reumatologi asal Texas, Dr. Scott Zashin, menyebutkan bahwa penambahan susu pada kopi berpotensi meningkatkan manfaat antiinflamasi dibandingkan kopi hitam.
3. Polifenol Berperan Mengurangi Peradangan
Polifenol merupakan senyawa yang banyak terdapat pada buah beri, kopi, teh, hingga biji-bijian utuh. Selain membantu mengendalikan inflamasi, senyawa ini juga mampu menekan stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
Menurut Dr. Zashin, polifenol bahkan dimanfaatkan dalam industri makanan karena sifat antioksidannya membantu menjaga kualitas produk agar tidak cepat mengalami perubahan rasa maupun kerusakan.
4. Protein Susu Membantu Mengoptimalkan Manfaat
Peneliti menilai protein dalam susu berperan meningkatkan kinerja polifenol sehingga efek antiinflamasinya menjadi lebih optimal.
Asam amino tidak hanya berasal dari susu, tetapi juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan salmon maupun daging tanpa lemak. Kombinasi sumber protein dengan makanan kaya polifenol diyakini dapat mendukung respons tubuh terhadap peradangan.
Dr. Zashin menambahkan bahwa pola makan tinggi polifenol, seperti diet Mediterania yang kaya sayuran, buah, dan biji-bijian, sering direkomendasikan bagi penderita gangguan peradangan, termasuk radang sendi.
5. Masih Memerlukan Pembuktian pada Manusia
Meski hasil penelitian cukup menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa studi tersebut masih dilakukan pada tingkat sel di laboratorium sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan manfaat yang sama pada manusia.
Ahli gizi Keri Gans juga mengingatkan bahwa kopi hitam tetap memiliki manfaat kesehatan karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Dengan demikian, baik kopi hitam maupun kopi susu sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Melissa Mroz-Planells menambahkan bahwa temuan ini semakin menegaskan pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya polifenol. Namun, kopi dan susu sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber nutrisi. Pola makan yang beragam dan seimbang tetap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
