
Jakarta – Bagi sebagian orang, secangkir kopi di pagi hari bukan hanya ritual untuk mengusir kantuk. Minuman berkafein ini juga dapat memicu keinginan buang air besar (BAB), terutama ketika dikonsumsi pada waktu yang sesuai dengan ritme alami tubuh.
Kopi diketahui memiliki efek yang dapat merangsang aktivitas saluran pencernaan. Karena itu, minuman ini kerap membuat seseorang lebih cepat ingin ke toilet setelah meminumnya.
Lantas, kapan waktu yang paling tepat untuk minum kopi jika ingin mendapatkan efek tersebut?
Dikutip dari Eating Well, pagi hari menjadi waktu yang dinilai paling ideal. Dokter spesialis gastroenterologi Dr. Rosario Ligresti menjelaskan bahwa kopi dapat bekerja bersama mekanisme alami tubuh yang memang sedang aktif pada pagi hari.
Mengapa Pagi Hari Lebih Efektif?
Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur berbagai fungsi, termasuk aktivitas sistem pencernaan. Pada beberapa jam pertama setelah bangun tidur, usus besar secara alami menjadi lebih aktif.
Kontraksi pada usus besar juga cenderung meningkat pada pagi hari. Kondisi tersebut membantu mendorong sisa makanan dan feses menuju bagian akhir saluran pencernaan.
“Minum kopi selama waktu ini bertindak sebagai stimulan tambahan yang kuat, bekerja secara sinergis dengan proses alami tubuh Anda,” ujar Ligresti.
Efek tersebut tidak hanya berkaitan dengan kandungan kafein. Kopi juga dapat memicu refleks gastrokolik, yaitu respons alami tubuh ketika makanan atau minuman masuk ke saluran pencernaan dan merangsang kontraksi usus besar.
Menurut ahli gastroenterologi Dr. Kiran Sachdev, refleks ini pada dasarnya membantu tubuh memberi sinyal bahwa sudah waktunya untuk buang air besar.
Sarapan Bisa Memperkuat Efeknya
Refleks gastrokolik umumnya lebih aktif pada pagi hari. Efeknya juga dapat menjadi lebih terasa ketika kopi diminum bersamaan atau setelah sarapan.
Namun, tidak semua orang cocok minum kopi dalam keadaan perut kosong. Pada sebagian orang, kebiasaan tersebut justru dapat memicu keluhan seperti refluks asam, perut kembung, atau diare.
Karena itu, bagi yang memiliki lambung sensitif, menikmati kopi setelah makan bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Kandungan Kopi yang Memicu BAB
Kafein merupakan salah satu faktor yang membuat kopi dapat merangsang aktivitas usus. Senyawa ini memiliki efek yang dapat membantu mempercepat pergerakan saluran pencernaan pada sebagian orang.
Namun, efek kopi terhadap BAB tidak hanya berasal dari kafein. Kopi mengandung ratusan senyawa lainnya.
Dr. Ligresti menyebut asam klorogenat dan melanoidin sebagai beberapa senyawa yang dapat berperan dalam merangsang aktivitas motorik kolon.
Itulah sebabnya, bahkan sebagian kopi rendah kafein atau tanpa kafein tetap dapat membuat orang merasa ingin BAB.
Tidak Perlu Memaksakan Diri
Meski pagi hari dianggap sebagai waktu yang baik untuk menikmati kopi, tidak ada patokan jam tertentu yang wajib diikuti semua orang. Respons tubuh terhadap kafein dan kopi dapat berbeda-beda.
Selain mempertimbangkan efek terhadap pencernaan, waktu minum kopi juga sebaiknya disesuaikan agar tidak mengganggu waktu tidur. Mengonsumsi kopi terlalu sore atau malam dapat membuat sebagian orang lebih sulit tidur.
Jadi, jika kopi memang membantu BAB menjadi lebih lancar, pagi hari setelah bangun dan berdekatan dengan waktu sarapan dapat menjadi pilihan yang tepat. Namun, tetap perhatikan reaksi tubuh dan hindari memaksakan konsumsi kopi jika justru menimbulkan keluhan pencernaan.
