
Jakarta – Frozen yogurt (froyo) kerap dipilih sebagai alternatif yang dianggap lebih sehat dibandingkan es krim. Kandungan lemaknya memang cenderung lebih rendah, tetapi apakah itu berarti froyo selalu menjadi pilihan terbaik?
Popularitas froyo sempat meredup setelah booming pada awal 2010-an. Kini, makanan penutup tersebut kembali banyak diminati berkat tren di media sosial. Meski tampilannya mirip dengan es krim, keduanya memiliki proses pembuatan dan kandungan gizi yang berbeda.
Mengutip Everyday Health, berikut perbandingan frozen yogurt dan es krim dari segi bahan, nutrisi, hingga manfaat kesehatannya.
Proses Pembuatan Berbeda
Es krim umumnya dibuat menggunakan susu, krim, atau kombinasi keduanya yang dicampur dengan gula dan perisa. Agar dapat dikategorikan sebagai es krim, produk tersebut harus mengandung sedikitnya 10 persen lemak susu.
Selain bahan utama tersebut, produsen biasanya menambahkan emulsifier dan stabilizer agar teksturnya tetap lembut serta tidak mudah membentuk kristal es.
Sementara itu, frozen yogurt menggunakan yogurt hasil fermentasi sebagai bahan dasar. Produk ini juga mengandung pemanis, perisa, serta bahan tambahan untuk menjaga tekstur.
Meski berasal dari yogurt, tidak semua froyo masih mengandung probiotik aktif. Proses pembekuan dan penambahan gula dapat mengurangi jumlah bakteri baik yang sebelumnya terbentuk saat fermentasi.
Pada beberapa produk kemasan, kandungan probiotik umumnya masih lebih terjaga dibandingkan froyo yang dijual di gerai dengan berbagai topping.
Perbandingan Nilai Gizi
Secara umum, frozen yogurt memang memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah dibandingkan es krim. Namun, kadar gula di dalamnya belum tentu lebih sedikit.
Dalam satu porsi sekitar setengah cangkir, es krim rata-rata mengandung sekitar 137 kalori, 7,26 gram lemak, 2,3 gram protein, 15,6 gram karbohidrat, dan 14 gram gula.
Sebaliknya, porsi yang sama dari frozen yogurt mengandung sekitar 114 kalori, 4 gram lemak, 2,9 gram protein, 17,4 gram karbohidrat, serta 17,3 gram gula.
Artinya, froyo memang unggul dari sisi lemak dan kalori, tetapi kandungan gulanya justru bisa lebih tinggi daripada es krim.
Beberapa produk frozen yogurt berbahan dasar Greek yogurt juga menawarkan kandungan protein lebih tinggi yang dapat mencapai sekitar 5 gram per sajian.
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban mutlak mengenai pilihan yang paling sehat.
Frozen yogurt memang lebih rendah lemak, tetapi tambahan gula dalam beberapa produk dapat mengurangi keunggulannya. Di sisi lain, es krim mengandung lebih banyak lemak, namun sebagian variannya justru memiliki gula lebih rendah dibandingkan froyo.
Karena itu, keduanya tetap tergolong makanan penutup yang sebaiknya dinikmati sesekali, bukan dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar.
Pilihan terbaik bergantung pada komposisi produk, ukuran porsi, serta pola makan secara keseluruhan.
Tips Menikmati Froyo Lebih Sehat
Jika ingin memilih frozen yogurt sebagai camilan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Utamakan produk dengan kandungan gula tambahan tidak lebih dari sekitar 10 gram per sajian. Batasi juga porsinya agar asupan kalori tetap terkendali.
Saat memilih topping, buah segar dan kacang-kacangan menjadi pilihan yang lebih baik karena menyumbang serat, vitamin, dan lemak sehat. Sebaliknya, topping seperti saus cokelat, karamel, biskuit, atau permen sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan kandungan gula dan kalori secara signifikan.
Menikmati froyo secara perlahan juga dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga keinginan untuk menambah porsi menjadi lebih kecil.
Baik frozen yogurt maupun es krim tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Yang terpenting bukan hanya memilih jenis dessert, tetapi juga memperhatikan kandungan nutrisi dan frekuensi konsumsinya.
