
Jakarta – Menjaga kesehatan area kewanitaan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh pola makan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Beberapa jenis minuman tertentu diketahui mengandung nutrisi yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma vagina.
Seperti halnya usus, vagina juga memiliki kumpulan mikroorganisme baik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan melindungi tubuh dari gangguan kesehatan. Ahli gizi Roxana Ehsani, RD, menjelaskan bahwa kondisi mikrobioma vagina dapat dipengaruhi oleh asupan harian.
Mengutip Everyday Health, beberapa nutrisi seperti folat, vitamin A, dan kalsium disebut dapat mendukung kesehatan area intim. Sebaliknya, pola konsumsi yang tinggi lemak berlebih dapat meningkatkan risiko munculnya masalah tertentu.
Selain dari makanan, beberapa minuman juga dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung kesehatan Miss V. Berikut di antaranya:
1. Yogurt Minum
Yogurt merupakan salah satu produk fermentasi yang kaya akan probiotik atau bakteri baik. Kandungan tersebut berperan dalam membantu menjaga keseimbangan mikrobioma, termasuk di area vagina.
Selain probiotik aktif, yogurt minum juga mengandung nutrisi seperti kalsium, vitamin D, dan vitamin A. Teksturnya yang praktis membuat minuman fermentasi ini mudah dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas harian.
2. Kefir
Kefir adalah minuman fermentasi yang dibuat dari susu atau gula dengan bantuan biji kefir. Tidak hanya dikenal baik untuk kesehatan pencernaan, kefir juga berpotensi membantu mendukung keseimbangan bakteri baik pada vagina.
Minuman ini mengandung probiotik hidup serta sejumlah nutrisi seperti tiamin, folat, vitamin A, dan kalsium yang dibutuhkan tubuh.
3. Jus Cranberry
Jus cranberry menjadi salah satu minuman yang sering dikaitkan dengan kesehatan area kewanitaan. Kandungan vitamin dan mineral di dalamnya, termasuk kalsium, dipercaya dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Sebuah penelitian terhadap 23 wanita pascamenopause menemukan bahwa konsumsi jus cranberry setiap hari selama 15 hari berkaitan dengan berkurangnya jumlah bakteri streptococcus tertentu pada area vagina.
4. Air Kelapa
Air kelapa memiliki kandungan air yang tinggi serta menyediakan berbagai nutrisi seperti kalsium, zat besi, vitamin B, vitamin C, dan elektrolit.
Menurut Dr. David Ghazland, ahli kosmetik dan ginekologi, elektrolit dalam air kelapa dapat membantu menjaga kelembapan selaput lendir. Kondisi tersebut dapat mengurangi risiko rasa tidak nyaman akibat gesekan atau iritasi, terutama saat tubuh banyak berkeringat.
5. Teh Hijau
Teh hijau mengandung katekin, yaitu senyawa antioksidan yang membantu melawan peradangan dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
Beberapa penelitian juga menemukan potensi manfaat teh hijau terhadap kondisi tertentu seperti fibroid rahim, endometriosis, dan nyeri menstruasi. Namun, penelitian lebih besar masih diperlukan untuk mengetahui dampak langsungnya terhadap kesehatan vagina.
6. Jus Jeruk
Jus jeruk yang telah diperkaya nutrisi dapat menjadi sumber tambahan kalsium, vitamin D, dan folat. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan area kewanitaan.
Sebuah studi pada 80 wanita pascamenopause menunjukkan bahwa konsumsi vitamin D selama 12 minggu dapat meningkatkan kondisi kesehatan vagina. Walaupun kandungan vitamin D dalam jus jeruk tidak sebesar suplemen, minuman ini tetap dapat menjadi pelengkap asupan harian.
7. Smoothie Mangga
Smoothie mangga dapat memberikan asupan vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Vitamin ini membantu mendukung sistem kekebalan sekaligus menjaga kesehatan sel.
Vitamin E juga disebut berpotensi membantu mengurangi gejala akibat peradangan tertentu, termasuk yang berkaitan dengan penyakit radang panggul. Namun, jika membeli smoothie kemasan, tetap perhatikan kandungan gula tambahannya. Membuat sendiri di rumah bisa menjadi pilihan agar bahan lebih mudah dikontrol.
Pada akhirnya, konsumsi minuman bernutrisi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan vagina. Namun, kebiasaan hidup sehat secara menyeluruh, termasuk pola makan seimbang dan menjaga kebersihan, tetap menjadi faktor utama.
