
Jakarta – Ketika konsentrasi mulai menurun dan pikiran terasa mudah lelah, kopi sering menjadi pilihan untuk mengembalikan fokus. Namun, ada alternatif lain yang juga menarik untuk dikonsumsi, yaitu teh hijau.
Minuman ini mengandung kombinasi kafein dan L-theanine yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan efek lebih tenang. Teh hijau juga memiliki sejumlah senyawa antioksidan yang berkaitan dengan kesehatan otak.
Dilansir dari Real Simple, salah satu komponen penting dalam teh hijau adalah catechin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Lantas, apa yang membuat teh hijau dianggap menarik untuk mendukung fungsi otak?
Kandungan teh hijau yang mendukung fokus
Teh hijau mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang cukup khas dan dapat memberikan efek relaksasi tanpa menyebabkan kantuk pada sebagian orang.
Di sisi lain, kafein dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Jumlah kafeinnya umumnya lebih rendah dibandingkan kopi sehingga efek stimulannya cenderung lebih ringan.
Kombinasi kedua senyawa tersebut menjadi salah satu alasan teh hijau sering dikaitkan dengan kemampuan untuk membantu menjaga fokus dan konsentrasi.
Bagi orang yang mudah merasa gelisah setelah minum kopi, teh hijau dapat menjadi alternatif yang lebih ringan. Namun, respons terhadap kafein tetap berbeda-beda pada setiap orang.
Kaya antioksidan
Selain kafein dan L-theanine, teh hijau juga memiliki kandungan catechin. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah EGCG.
Senyawa tersebut mempunyai aktivitas antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif. Stres oksidatif yang berlangsung terus-menerus dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel, termasuk sel yang terdapat pada jaringan otak.
Karena kandungan tersebut, teh hijau kerap dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Meski begitu, konsumsi teh hijau bukan berarti dapat secara langsung mencegah penurunan fungsi otak. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan gaya hidup sehat tetap menjadi faktor penting.
Mengapa teh hijau berbeda dari teh hitam?
Teh hijau dan teh hitam sama-sama berasal dari tanaman teh. Perbedaannya terletak pada proses pengolahan.
Teh hijau mengalami proses oksidasi yang lebih minimal dibandingkan teh hitam. Proses tersebut membantu mempertahankan kandungan catechin yang menjadi salah satu komponen penting dalam teh hijau.
Karena itu, teh hijau sering dipilih oleh orang yang ingin mendapatkan asupan antioksidan dari minuman sehari-hari.
Cara menyeduh teh hijau
Cara membuat teh juga dapat memengaruhi cita rasa minuman. Menggunakan air yang terlalu panas dapat membuat teh hijau terasa lebih pahit.
Para ahli menyarankan menggunakan air dengan suhu sekitar 70-80 derajat Celsius. Waktu penyeduhan sekitar 2-3 menit dapat digunakan sebagai patokan agar rasanya tidak terlalu kuat.
Untuk konsumsi sehari-hari, sekitar satu hingga tiga cangkir dapat menjadi pilihan, dengan tetap memperhatikan total asupan kafein dari sumber lainnya.
Jika ingin menambah rasa, teh hijau dapat dipadukan dengan bahan seperti lemon, kayu manis, atau sedikit madu. Sebaiknya hindari penggunaan gula atau pemanis secara berlebihan agar minuman tetap menjadi pilihan yang lebih sehat.
Pada akhirnya, teh hijau dapat menjadi salah satu alternatif minuman bagi orang yang ingin mendukung fokus sekaligus mendapatkan asupan antioksidan. Namun, manfaatnya tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan, bukan sebagai pengganti kebiasaan sehat lainnya.
