
Jakarta – Sebagian orang memilih tidak minum ketika sedang menyantap makanan karena khawatir air dapat mengganggu proses pencernaan. Padahal, minum air putih di sela waktu makan pada dasarnya bukan sesuatu yang harus dihindari.
Air bahkan dapat membantu melunakkan makanan sehingga lebih mudah ditelan. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah cairan yang diminum sekaligus dan jenis minumannya.
Anggapan bahwa air dapat “mengencerkan” enzim atau asam lambung hingga menghentikan proses pencernaan juga tidak sepenuhnya tepat. Tubuh memiliki sistem pengaturan yang membuat lambung dapat menyesuaikan produksi cairan dan asam sesuai kebutuhan.
Dikutip dari Times of India, minum air ketika makan tetap dapat dilakukan selama tidak berlebihan.
Jangan Minum Terlalu Banyak Sekaligus
Segelas air saat makan bukan berarti otomatis mengganggu lambung. Namun, mengonsumsi cairan dalam jumlah sangat banyak bersamaan dengan makanan bisa membuat perut terasa terlalu penuh.
Bagi sebagian orang, kondisi tersebut dapat memicu rasa begah atau tidak nyaman. Karena itu, jika hanya membutuhkan cairan untuk membantu menelan makanan, beberapa teguk air putih sudah cukup.
Kebutuhan setiap orang tentu berbeda. Jika tubuh memang merasa haus, tidak perlu memaksakan diri untuk menahan minum hanya karena sedang makan.
Minum Sebelum Makan Bisa Jadi Pilihan
Jika sudah merasa haus sebelum waktu makan, kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu.
Minum air sekitar 15-30 menit sebelum makan dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan begitu, tubuh tetap mendapatkan cairan yang dibutuhkan tanpa harus minum dalam jumlah banyak ketika sedang menyantap makanan.
Meski demikian, tidak ada aturan mutlak bahwa seseorang harus berhenti minum setelah jangka waktu tertentu sebelum makan. Yang lebih penting adalah menjaga kecukupan cairan sepanjang hari.
Pilih Air Putih
Jenis minuman yang dikonsumsi bersama makanan juga patut diperhatikan. Air putih merupakan pilihan sederhana karena tidak memberikan tambahan gula atau kalori.
Sebaliknya, minuman bersoda dan minuman manis sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan setiap kali makan. Kandungan gula yang tinggi dapat menambah asupan kalori harian dan dalam jangka panjang kurang baik bagi kesehatan.
Sementara itu, tidak ada bukti kuat bahwa air dingin dapat membuat lemak makanan “membeku” di dalam lambung. Suhu air bukan faktor utama yang menentukan kemampuan tubuh mencerna lemak.
Tidak Harus Menunggu Lama Setelah Makan
Ada anggapan bahwa seseorang harus menunggu 20-30 menit setelah makan sebelum kembali minum. Padahal, tidak ada keharusan umum untuk menunggu selama itu.
Jika merasa haus setelah makan, minum air tetap diperbolehkan. Tubuh akan mengatur cairan dan proses pencernaan secara bersamaan.
Justru, menahan minum ketika sedang haus dapat membuat kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi.
Dengarkan Respons Tubuh
Respons terhadap minum saat makan bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa lebih nyaman dengan beberapa teguk air, sementara orang lain mungkin lebih mudah merasa begah jika terlalu banyak minum bersama makanan.
Karena itu, tidak perlu terlalu khawatir dengan anggapan bahwa air putih pasti menghambat pencernaan. Selama jumlahnya wajar dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman, minum air saat makan umumnya tidak menjadi masalah.
Yang terpenting adalah menjaga asupan cairan sepanjang hari, memilih minuman yang lebih sehat, serta memperhatikan respons tubuh terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi.
