
Jakarta – Menurunkan berat badan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang sudah mengatur pola makan, tetapi angka di timbangan tak kunjung berkurang. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan sehari-hari yang sering luput diperhatikan.
Diet bukan sekadar mengurangi porsi makan atau memperbanyak protein. Keseimbangan zat gizi, kecukupan cairan, kualitas tidur, hingga pola makan secara keseluruhan turut menentukan keberhasilan program penurunan berat badan.
Dikutip dari Health Shots, ahli gizi Dr Pratayksha Bhardwaj mengungkap sejumlah faktor yang dapat membuat proses menurunkan berat badan menjadi lebih sulit.
1. Tidak Memperhatikan Defisit Kalori
Salah satu prinsip penting dalam menurunkan berat badan adalah menciptakan defisit kalori. Artinya, jumlah energi yang masuk dari makanan perlu lebih rendah dibandingkan energi yang digunakan tubuh.
Meski sudah memilih makanan tinggi protein dan serat, berat badan bisa saja tidak turun jika total kalori yang dikonsumsi masih melebihi kebutuhan.
Karena itu, perhatikan kembali porsi serta keseluruhan makanan yang dikonsumsi dalam sehari. Bukan berarti harus memangkas kalori secara ekstrem, tetapi mengaturnya sesuai kebutuhan tubuh.
2. Hanya Fokus pada Protein
Protein memang penting saat menjalani diet karena membantu mempertahankan massa otot dan memberikan rasa kenyang. Namun, bukan berarti seluruh pola makan harus didominasi protein.
Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat dan lemak sehat dalam jumlah yang sesuai. Karbohidrat kompleks dapat menjadi sumber energi, sedangkan lemak sehat juga diperlukan untuk menunjang berbagai fungsi tubuh.
Menghilangkan karbohidrat sepenuhnya justru dapat membuat tubuh kekurangan energi dan sulit menjalani aktivitas dengan optimal.
3. Asupan Serat Terlalu Sedikit
Serat menjadi salah satu nutrisi yang tidak boleh dilupakan ketika sedang menurunkan berat badan.
Makanan kaya serat dapat membantu membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sekaligus membantu menjaga kadar gula darah. Jika asupan serat kurang, rasa lapar dapat lebih cepat muncul dan membuat seseorang makan lebih banyak.
Cobalah rutin memasukkan sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan sumber serat lainnya ke dalam menu harian.
4. Mengonsumsi Protein Secara Berlebihan
Kebutuhan protein memang perlu dipenuhi, tetapi mengonsumsinya secara berlebihan juga bukan strategi diet yang tepat.
Jika asupan energi dari protein tetap melebihi kebutuhan tubuh, kelebihan energi tersebut tetap dapat disimpan sebagai cadangan. Karena itu, pola makan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis zat gizi.
Padukan protein rendah lemak dengan karbohidrat kompleks, sayuran, dan sumber lemak sehat dalam porsi yang seimbang.
5. Sering Melewatkan Waktu Makan
Sengaja tidak makan demi memangkas kalori belum tentu membuat berat badan lebih cepat turun.
Terlalu lama menahan lapar justru dapat membuat seseorang makan dalam jumlah lebih banyak pada waktu berikutnya. Energi dan konsentrasi juga bisa ikut menurun.
Daripada melewatkan makan, lebih baik mengatur porsi makanan agar sesuai kebutuhan dan memilih menu yang mengandung kombinasi protein, serat, serta karbohidrat.
6. Jarang Minum Air Putih
Kebutuhan cairan juga penting diperhatikan selama menjalani program penurunan berat badan.
Kurang minum dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi dan berpotensi mengganggu berbagai fungsi tubuh. Air juga dapat membantu mendukung pencernaan dan membantu mengontrol asupan makanan.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Aktivitas fisik, kondisi lingkungan, serta cuaca turut memengaruhinya, sehingga kebutuhan air tidak selalu harus disamakan untuk semua orang.
7. Kekurangan Vitamin D
Faktor lain yang disebut dapat berkaitan dengan kesulitan mengontrol berat badan adalah kadar vitamin D yang rendah.
Menurut Dr Bhardwaj, vitamin D berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pengaturan hormon dan metabolisme. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dengan ukuran tubuh yang lebih tinggi.
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, makanan seperti telur, salmon, serta produk susu yang telah diperkaya vitamin D dapat menjadi pilihan.
Jangan Hanya Fokus pada Angka Timbangan
Jika berat badan tidak kunjung turun, jangan langsung menyimpulkan bahwa diet yang dilakukan gagal. Evaluasi kembali pola makan secara menyeluruh, mulai dari jumlah kalori, keseimbangan zat gizi, konsumsi serat, asupan air, hingga kebiasaan melewatkan waktu makan.
Penurunan berat badan yang sehat tidak membutuhkan pembatasan makanan secara ekstrem. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang justru menjadi fondasi yang lebih penting.
