
Jakarta – Durian dan minuman beralkohol kerap disebut sebagai kombinasi yang sebaiknya dihindari. Bahkan, ada anggapan bahwa menyantap durian setelah minum alkohol dapat menyebabkan keracunan parah hingga berujung pada kematian.
Durian sendiri merupakan buah yang populer di Asia Tenggara. Teksturnya yang lembut dan aroma khas membuat buah ini memiliki banyak penggemar. Namun, ketika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol, muncul kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap tubuh.
Lantas, apakah kombinasi tersebut benar-benar mematikan atau hanya mitos yang berkembang di masyarakat?
Penelitian Pernah Menguji Pengaruh Durian terhadap Alkohol
Dikutip dari Times of India, sebuah laporan yang diterbitkan New Scientist pada 2009 membahas penelitian dari ilmuwan Universitas Tsukuba, Jepang.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menguji ekstrak durian segar terhadap enzim aldehyde dehydrogenase (ALDH) di laboratorium. Enzim ini berperan dalam membantu tubuh memetabolisme asetaldehida, yaitu salah satu produk hasil pemecahan alkohol.
Hasil penelitian laboratorium tersebut menunjukkan bahwa senyawa yang mengandung sulfur pada durian dapat menghambat aktivitas ALDH secara signifikan.
Penghambatan enzim tersebut secara teori dapat membuat asetaldehida lebih lama berada di dalam tubuh. Zat inilah yang berkaitan dengan sejumlah gejala tidak nyaman setelah mengonsumsi alkohol, seperti mual, jantung berdebar, dan rasa tidak enak badan.
Apakah Kombinasinya Bisa Menyebabkan Kematian?
Dari temuan tersebut kemudian muncul anggapan bahwa durian dan alkohol merupakan kombinasi mematikan.
Namun, hasil penelitian laboratorium tersebut tidak membuktikan bahwa makan durian setelah minum alkohol pasti menyebabkan kematian pada manusia. Penelitian tersebut dilakukan terhadap ekstrak durian dan enzim dalam kondisi laboratorium, bukan uji konsumsi pada manusia.
Karena itu, klaim bahwa kombinasi durian dan alkohol secara langsung dapat menyebabkan kematian tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan penelitian tersebut.
Meski demikian, bukan berarti kombinasi keduanya bebas risiko. Alkohol sendiri dapat menimbulkan berbagai efek negatif jika dikonsumsi berlebihan. Durian juga memiliki kandungan kalori dan gula yang cukup tinggi.
Kenapa Tubuh Bisa Terasa Sangat Tidak Nyaman?
Ketika alkohol dikonsumsi, tubuh akan memprosesnya melalui beberapa tahap. Salah satunya menghasilkan asetaldehida yang kemudian diubah menjadi senyawa lain oleh enzim ALDH.
Jika proses metabolisme tersebut terganggu, asetaldehida dapat menumpuk dan membuat efek setelah minum alkohol terasa lebih berat.
Inilah yang kemungkinan mendasari munculnya keluhan seperti mual, jantung berdebar, dan rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi durian bersama alkohol.
Namun, efek yang dirasakan setiap orang bisa berbeda dan dipengaruhi oleh jumlah alkohol, kondisi tubuh, serta faktor lainnya.
Durian Tetap Punya Kandungan Nutrisi
Terlepas dari mitos mengenai kombinasinya dengan alkohol, durian memiliki sejumlah kandungan nutrisi.
Buah ini menyediakan vitamin C, serat, kalium, serta berbagai senyawa tumbuhan seperti polifenol. Polifenol memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi salah satu komponen yang menarik untuk diteliti terkait manfaat kesehatan.
Namun, durian juga cukup padat energi dan mengandung gula serta lemak, sehingga porsinya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang membatasi asupan kalori atau gula.
Jadi, anggapan bahwa makan durian kemudian minum alkohol pasti menyebabkan kematian tidak didukung oleh bukti yang cukup. Meski demikian, menggabungkan keduanya bukanlah alasan untuk mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Cara paling aman tetap membatasi alkohol dan memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.
