
Healthcarelawsuit.us, New Delhi – Seorang biksu pertapa asal India, Daulat Giri Ji Maharaj, telah berdiri tanpa duduk maupun berbaring selama lima tahun sebagai bagian dari sumpah yang akan dijalaninya selama 12 tahun.
Maharaj merupakan anggota sekte Khareshwari atau “Baba yang Berdiri”, kelompok pertapa yang bersumpah tetap berdiri sebagai bentuk penebusan dosa untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Dewa Siwa.
Untuk menjalani sumpah tersebut, para biksu menggunakan tali, ayunan, dan sabuk pengaman khusus yang memungkinkan mereka tetap dalam posisi berdiri, bahkan saat tidur, dikutip dari laman Oddity Central, Senin (29/6/2026),
Foto dan video yang beredar memperlihatkan Daulat Giri Ji Maharaj beristirahat menggunakan ayunan gantung dengan kondisi kedua kaki yang membengkak dan menghitam.
Kurangnya gerakan serta keharusan berdiri terus-menerus, termasuk saat beristirahat, disebut berdampak pada sirkulasi darah dan kondisi kesehatannya. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa kedua kakinya berisiko harus diamputasi sebelum ia menyelesaikan sumpah selama 12 tahun.
Selama menjalani pertapaan, sebagian besar kebutuhan Daulat dipenuhi para sukarelawan di kuil tempat ia tinggal. Mereka secara rutin mengoleskan salep pada kedua kakinya yang mengalami perubahan bentuk, meski perawatan tersebut hanya membantu sebagian.
Belum diketahui secara pasti bagaimana ia memenuhi kebutuhan fisiologisnya. Namun, sejumlah orang menduga ia menggunakan popok dewasa. Di sisi lain, beberapa rekaman memperlihatkan Daulat masih mampu berjalan sehingga diyakini masih dapat menuju toilet.
Dokter memperingatkan bahwa berdiri dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh vena. Kondisi tersebut awalnya menyebabkan pembengkakan dan nyeri, namun dapat berkembang menjadi gangguan yang mengancam jiwa seperti trombosis vena dalam.
“Ketika seseorang berdiri diam dalam waktu lama, pembuluh vena di kaki harus bekerja melawan gravitasi untuk mengalirkan darah kembali ke jantung. Namun, tanpa bantuan gerakan otot betis, darah akan menggenang di tungkai bawah,” ujar seorang ahli medis.
Sumpah ekstrem Daulat Giri Ji Maharaj mengingatkan pada pertapa India lainnya, Amar Bharati, yang telah mengangkat tangan kanannya di atas kepala sejak 1973 sebagai bagian dari laku spiritualnya.
