
EKSPLORASI planet merah bersiap memasuki babak baru yang radikal. NASA kini tengah mematangkan rencana misi wahana antarbintang bertenaga nuklir pertama bernama Skyfall yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2028. Misi ini menandai berakhirnya ketergantungan penuh pada robot penjelajah darat (rover).
Sebagai langkah awal, Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA resmi menunjuk perusahaan kedirgantaraan Firefly Aerospace untuk merancang kapsul pelindung termal (aeroshell) senilai US$13 juta (sekitar Rp235 miliar). Komponen ini memegang peran vital untuk melindungi tiga helikopter canggih saat menerobos gesekan atmosfer ekstrem Mars.
Proyek ini akan menjadi misi pertama yang dikembangkan di fasilitas Gloworks milik Firefly di Texas, dengan memanfaatkan keahlian rekayasa yang diperoleh dari kesuksesan misi pendarat bulan Blue Ghost serta roket Alpha dan Eclipse mereka.
Berbeda dengan misi pendahulunya, misi Skyfall tidak akan mendaratkan wahananya secara konvensional di permukaan planet. Misi ini membawa tiga helikopter yang dikembangkan bersama AeroVironment, perusahaan yang juga membidani drone Ingenuity.
Melalui prosedur ekstrem bernama Skyfall Maneuver, ketiga helikopter ini akan dilepaskan dari kapsul entri saat masih berada di udara selama proses penurunan wahana. Drone-drone tersebut bakal langsung terbang mandiri melintasi langit Mars tanpa membutuhkan metode pengereman tradisional maupun platform pendaratan di darat.
Tujuan utama trio helikopter ini adalah memetakan sumber daya alam, memotret lanskap beresolusi tinggi, serta mendeteksi keberadaan es air melalui data radar bawah permukaan. Data tersebut nantinya digunakan NASA untuk menentukan lokasi pendaratan potensial bagi misi berawak manusia ke Mars di masa depan.
Tentu bukan perkara mudah untuk menerbangkan helikopter di Mars yang memiliki gravitasi 62 persen lebih rendah dan atmosfer super tipis dengan kerapatan hanya satu persen dibandingkan Bumi.
Untuk menghasilkan gaya angkat yang cukup, bilah baling-baling helikopter Skyfall dirancang berukuran ringkas namun berputar sangat cepat hingga mencapai kecepatan supersonik, sebuah kondisi yang berbahaya jika dilakukan di Bumi karena bisa memicu gelombang kejut yang merusak.
Kecepatan ujung baling-baling ini diprediksi mampu menembus Mach 1,08 di atmosfer Mars, yang setara dengan 1.334 kilometer per jam. Batasan suara di Mars sendiri berada di angka 869 kilometer per jam akibat udaranya yang tipis. Simulasi pengujian ekstrem ini dikabarkan telah sukses dijalankan sebanyak 137 kali di ruang simulasi khusus milik JPL.
Jika misi Skyfall berjalan sesuai rencana pada 2028, pergeseran dari rover ke armada helikopter akan merevolusi ekspedisi planet. Ketiga helikopter tersebut bakal terbang mandiri ke arah berbeda guna memperluas jangkauan riset, namun tetap bisa saling berkomunikasi demi mempersiapkan kedatangan manusia di Mars.
