
Jakarta – Warga di sekitar lokasi proyek gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, mengaku sempat mencium aroma menyengat yang diduga berasal dari gas berbahaya sebelum insiden yang menewaskan tiga pekerja terjadi.
Salah seorang saksi mata, Ferdi (31), yang sehari-hari berjualan air di sekitar lokasi, mengatakan dirinya pernah membantu membuka penutup gorong-gorong ketika tim pekerja melakukan pemeriksaan beberapa waktu sebelum kecelakaan tersebut.
Menurut Ferdi, setelah penutup gorong-gorong dibuka, para pekerja tidak langsung masuk ke dalam saluran. Lubang itu sengaja dibiarkan terbuka selama kurang lebih tiga jam agar gas yang berada di dalam dapat keluar terlebih dahulu.
Ia mengaku sempat bertanya mengapa pekerjaan belum dimulai. Saat itu, salah seorang pekerja menjelaskan bahwa mereka masih menunggu mandor datang sekaligus memberikan waktu agar gas di dalam gorong-gorong menghilang.
Karena penasaran, Ferdi mendekati lubang tersebut dan ikut mencium bau yang cukup tajam dari dalam saluran. Ia mengatakan aroma itu sangat menyengat sehingga memperkuat dugaan adanya gas yang berpotensi membahayakan.
Menurutnya, tim pekerja yang melakukan pemeriksaan sebelumnya memahami adanya risiko gas beracun di dalam gorong-gorong sehingga mengambil langkah pencegahan dengan menunda pekerjaan sampai kondisi dianggap lebih aman.
Namun situasi berbeda terjadi saat insiden yang menelan korban jiwa. Berdasarkan informasi yang diketahui Ferdi, salah seorang pekerja lebih dulu turun ke dalam gorong-gorong untuk bekerja. Ketika tidak memberikan respons setelah dipanggil, dua rekannya bergantian masuk dengan tujuan memberikan pertolongan.
Sayangnya, upaya penyelamatan tersebut justru berakhir tragis. Ketiga pekerja akhirnya kehilangan kesadaran di dalam gorong-gorong dan tidak dapat menyelamatkan diri.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/7/2026). Petugas pemadam kebakaran menerima permintaan evakuasi sekitar pukul 09.49 WIB dan berhasil mengangkat seluruh korban dari dalam saluran sekitar pukul 11.55 WIB.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa salah satu korban merupakan warga negara asing (WNA). Ia menjelaskan ketiga korban adalah pekerja dari perusahaan subkontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan dalam proyek tersebut.
Pihak berwenang kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden, termasuk dugaan adanya paparan gas berbahaya di dalam gorong-gorong yang menyebabkan para pekerja kehilangan kesadaran.
